5 Hak yang Harus Ditunaikan oleh Seorang Hamba

0
116
Google Image
5 Hak yang Harus Ditunaikan Seorang Hamba Baik Kepada Allah, Islam, atau Sesama Manusia Syarat sempurnanya Tauhid.
Kita sebagai sesama umat manusia harus menjaga hubungan kita baik dengan Allah (Habblu MinannAllah) dengan sesama manusia (habblu minannas) dan hubungan kita dengan alam (Habblu minalalam)
Firman Allah “Dan hendaklah kalian hanya beribadah kepada Allah dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatupun”
 
Ayat ini menegaskan kepada kita bahwa tauhid tidak akan sempurna kecuali dengan dua syarat :
  • Meniadakan segala sesuatu sesembahan bahwa tidak ada yang berhak untuk disembah
  • Menetapkan bahwa hanya Allah yang berhak untuk disembah
Allah berwasiat kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaih wasalam dan umat Islam di dalam ayat yang berisi 5 hak yang harus ditunaikan seorang hamba baik kepada Allah, Islam, atau sesama manusia.
Katakanlah:
 
“Marilah kubacakan apa yang telah diharamkan atas kamu oleh Rabb-mu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang tua, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar”.
Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya).” Al Qur’an Surat Al An’am : 151
Lima Hak yang Harus Ditunaikan Seorang Hamba:
Tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun
Jangan seperti orang musyrikin yang apabila disebutkan nama Allah maka mereka ketakutan dalam bentuk pengingkaran, akan tetapi jika disebutkan nama dari selain Allah (yang mereka sembah) maka mereka bergembira.
Berbuat baiklah kepada kedua orang tua
 
Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa maksud berbuat baik kepada kedua orang tua yaitu dengan berbuat taat, memelihara, menjaga dan melaksanakan perintah keduanya (selama dalam ketaatan kepada Allah), memerdekakan mereka (apabila budak), dan tidak menghinakan mereka.
Membahagiakan mereka pada saat mereka sudah senja. Kita tahu bahwa salah satu amal jariyah adalah anak yang soleh. Untuk itu, berbuat baiklah kepada kedua orang tuamu niscaya semua apa yang kau cita-citakan akan mendapat keberhasilan.
Bukankah surga di telapak kaki ibu? Ridho Ilahi adalah Ridhonya ibu. Berbuat baiklah ketika mereka masih ada di dunia. Jangan sampai penyesalan datang ketika mereka sudah tiada.
Tidak membunuh anak-anak dikarenakan takut miskin
 
Seperti halnya orang musyrikin jahiliyah yang membunuh anak-anak perempuan karena merasa hina apabila memiliki anak perempuan, atau karena takut tidak bisa memelihara anak.
Padahal disebutkan dalam hadits bahwa seseorang tidak akan mati sebelum sempurna rizki dan ajalnya.
Sehingga setiap orang sudah ditetapkan rizkinya oleh Allah, jadi tidak boleh takut tidak bisa memelihara anak yang banyak.
Abdullah bin Mas’ud bertanya kepada Rasulullah, Wahai Rasulullah dosa apa yang paling besar di sisi Allah ?
“Engkau menjadikan tandingan bagi Allah, padahal Allah-lah yang telah menciptakanmu”. Kemudian dosa apa lagi selanjutnya ?, “Engkau membunuh anakmu karena khawatir dia makan bersamamu”. (Shahih Bukhari Muslim) Anak adalah rezeki yang merupakan karunia dari Allah.
Janganlah kalian mendekati kekejian baik yang dhahir atau yang tersembunyi.
Allah menutup pintu menuju perbuatan keji. Dalam ilmu ushul syariat disebutkan bahwa segala sesuatu yang dapat mengantarkan seseorang kepada perbuatan haram maka hal tersebut juga dilarang.
Oleh karena itu Allah memerintahkan kaum mu’minin untuk menundukkan pandangan terhadap lawan jenis karena hal ini dapat mengantarkan kepada zina.
Karena hal itu merupakan kesalahan orang yang mengaku menjadi ulama atau kyai tetapi memfatwakan bahwa boleh melihat gambar wanita telanjang yang ada di majalah, koran, dll karena yang dilarang adalah melihat wanitanya secara langsung.
Pengertian kekejian yang nyata adalah suatu kekejian yang benar-benar nyata dan diketahui oleh orang lain, sedangkan kekejian yang tersembunyi tidak diketahui orang lain.
Dan jangan membunuh jiwa yang telah Allah haramkan tanpa melalui jalan yang benar
 
Jiwa seorang muslim telah diharamkan (dilarang) oleh Allah untuk dibunuh. Dalam hadits disebutkan bahwa sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan seorang muslim telah diharamkan (dilarang untuk dilanggar) sebagaimana kehormatan hari Dzulhijjah, bulan Dzulhijjah, dan negeri Makah.
Juga dilarang membunuh jiwa orang kafir dzimmimuahad, musta’man (terdapat pembahasannya di kajian yang lain)
Dan terdapat jiwa yang diperbolehkan untuk dibunuh, seperti :
  • Orang muslim sudah menikah yang berbuat zina
  • Orang yang membunuh orang lain (di-qishash)
  • Orang yang keluar dari Islam
  • Orang yang keluar dari jama’ah (silahkan merujuk ke kajian yang lain untuk lebih jelasnya)
  • Homoseks
Hal-hal tersebut di atas mungkin akan banyak menimbulkan perdebatan. Hal ini memang perlu dikaji lebih mendalam dari berbagai literatur dan referensi. Masih banyak kekurangan yang terdapat di dalam tulisan di atas, untuk itu mohon komentar dan koreksinya apabila Anda tidak berkenan dengan tulisan di atas. Semoga bermanfaat. [SOURCE]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here